Jl. Raya Samarang KM 4.5, Garut info@sman17garut.com
Logo SMAN 17 Garut

SMAN 17 GARUT

Portal Layanan Pendidikan Digital Terpadu

ADVERTISEMENT

25 Soal Antropologi SMA 2026 & Kunci Jawaban TKA

admin Tuesday, 04 Agustus 2026 1 views
25 Soal Antropologi SMA 2026 & Kunci Jawaban TKA

Jadwal dan Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA Tahun 2026

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA tahun 2026 masih berlangsung dan dibuka hingga 27 September 2026 melalui situs resmi. Sebelum mengikuti ujian utama, peserta akan mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi TKA pada 21–27 September 2026 sebagai tahap persiapan. Adapun pelaksanaan TKA SMA secara resmi dijadwalkan pada 26 Oktober sampai 8 November 2026. Peserta yang tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal utama dapat mengikuti pelaksanaan susulan pada 16–29 November 2026.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk asesmen yang bertujuan mengetahui capaian kemampuan akademik siswa berdasarkan penguasaan materi dan kompetensi yang telah dipelajari selama berada di jenjang pendidikan menengah. Pada pelaksanaan TKA SMA, peserta akan menghadapi sejumlah mata pelajaran wajib, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, tersedia pula mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan minat dan bidang keilmuan peserta, salah satunya adalah Antropologi.

Soal TKA SMA Antropologi akan menguji pemahaman peserta mengenai berbagai kajian tentang manusia dan kebudayaan. Materi yang dipelajari meliputi pengantar antropologi, konsep kebudayaan, keberagaman budaya, hubungan manusia dengan lingkungan sosial, nilai budaya, perubahan budaya, globalisasi, hingga berbagai fenomena masyarakat dari sudut pandang antropologi. Dalam menghadapi TKA Antropologi, peserta perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar menghafal teori. Siswa juga harus mampu memahami konsep, membaca fenomena budaya, serta menganalisis berbagai persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai persiapan menghadapi TKA tahun ini, siswa SMA kelas 12 dapat mengerjakan kumpulan contoh soal berikut sebagai referensi latihan:

Contoh Soal TKA SMA 2026 Antropologi dan Kunci Jawaban

  1. Seorang murid melakukan observasi terhadap komunitas adat yang masih melakukan ritual panen secara turun-temurun. Komunitas tersebut juga menolak teknologi pertanian modern karena dianggap mengganggu keseimbangan alam dan leluhur. Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang dapat diterapkan oleh murid tersebut?
  2. A. Menghargai sistem kepercayaan komunitas sebagai bagian dari pandangan dunia mereka. (Tepat/Tidak Tepat)
  3. B. Menilai bahwa komunitas tersebut bersifat tradisional karena tidak mengikuti kemajuan zaman. (Tepat/Tidak Tepat)
  4. C. Menggunakan pendekatan holistik untuk memahami hubungan antara ritual dan sistem kepercayaan mereka. (Tepat/Tidak Tepat)
  5. Kunci Jawaban:

    • A. Tepat
    • B. Tidak Tepat
    • C. Tepat
  6. Buku etnografi dengan judul Tempat Terbaik di Dunia mengisahkan kehidupan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta, sebuah komunitas marginal yang kerap luput dari perhatian publik. Penulis buku tersebut, Roanne van Voorst, seorang antropolog asal Belanda, tinggal bersama komunitas ini selama beberapa waktu sebagai bagian dari penelitian lapangannya.

  7. Melalui pendekatan partisipatif dan observasi mendalam, Roanne merekam dinamika sosial, cara bertahan hidup, nilai kekeluargaan, solidaritas, serta harapan-harapan yang tumbuh di tengah kemiskinan ekstrem. Meski hidup dalam keterbatasan dan ancaman penggusuran, para penghuni kolong jembatan tidak memandang tempat tinggal mereka sebagai "neraka", melainkan sebagai tempat terbaik di dunia, karena di sanalah mereka menemukan komunitas, identitas, dan makna hidup.
  8. Penelitian sebagaimana dijelaskan di atas merupakan jenis penelitian etnografis. Manakah dari pernyataan berikut yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penelitian tersebut?

    • A. Membaur dengan masyarakat dan mengikuti kegiatan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta.
    • B. Menggunakan pendekatan observasi partisipatif untuk memahami praktik budaya secara langsung dari komunitas marjinal di Jakarta tersebut.
    • C. Melakukan wawancara dengan aparat desa saja agar tidak mengganggu praktik sosial warga.
    • D. Mencatat secara rinci dengan observasi mendalam makna simbolik dari praktik dinamika sosial, cara bertahan hidup, dan nilai kekeluargaan.
    • E. Menghindari keterlibatan langsung karena peneliti harus menjaga jarak objektif dengan cara ke perpustakaan.
    • Kunci Jawaban:
    • A. Benar
    • B. Benar
    • C. Salah
    • D. Benar
    • E. Salah
  9. Masyarakat multikultural terdiri atas beragam suku, ras, agama, dan budaya, seperti masyarakat Indonesia yang dikenal kaya akan keberagaman.

  10. Manakah contoh penerapan keberagaman masyarakat multikultural yang tepat dalam kehidupan sehari-hari?
    • A. Tokoh masyarakat menjalankan tradisi lokal sesuai dengan budaya daerahnya.
    • B. Masyarakat adat mengadakan upacara adat sesuai dengan kebiasaan nenek moyang.
    • C. Masyarakat mengenakan pakaian batik dalam peringatan Hari Batik Nasional.
    • D. Warga melakukan kegiatan jual beli di pasar tradisional setiap hari.
    • E. Umat dari agama lain ikut membantu saat perayaan hari besar keagamaan suatu agama.
    • Kunci Jawaban:
    • A. Benar
    • B. Benar
    • C. Benar
    • D. Salah
    • E. Benar

  1. Di sebuah desa adat di Bali, masyarakat secara turun-temurun menjalankan tradisi Subak, yaitu sistem irigasi berbasis komunitas yang mengatur pembagian air untuk sawah secara adil. Sistem ini juga mengandung nilai spiritual karena melibatkan upacara dan koordinasi antar kelompok petani. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tantangan: lahan pertanian banyak dijual untuk pembangunan vila, anak muda tidak lagi tertarik bertani, dan sistem teknologi irigasi modern perlahan menggantikan peran tradisional Subak. Berdasarkan cerita tersebut, tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut yang menggambarkan fungsi kearifan lokal dalam masyarakat!
  2. A. Alih fungsi lahan dan pembangunan vila menunjukkan tantangan kearifan lokal sebagai dampak pariwisata. (Sesuai/Tidak Sesuai)
  3. B. Resistensi anak muda terhadap sistem Subak merupakan bentuk pelestarian budaya sebagai bagian kearifan lokal. (Sesuai/Tidak Sesuai)
  4. C. Penggantian sistem Subak dengan irigasi modern dapat mengikis nilai-nilai kolektivitas dalam masyarakat. (Sesuai/Tidak Sesuai)
  5. Kunci Jawaban:

    • A. Sesuai
    • B. Tidak Sesuai
    • C. Sesuai
  6. Di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, masyarakat masih mempertahankan bentuk rumah adat Mbaru Niang dan sistem gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi arus pariwisata dan modernisasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan antropolog untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sambil mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

  7. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah yang merupakan bentuk penerapan Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya sebagai Antropologi Terapan? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu
    • A. Mengkaji struktur sosial dan sistem gotong royong masyarakat Wae Rebo untuk merancang kebijakan pembangunan yang sesuai.
    • B. Meneliti makna simbolik rumah adat Mbaru Niang dan menjadikannya dasar pengembangan ekowisata berbasis budaya.
    • C. Mengganti tradisi lokal dengan budaya global agar masyarakat dapat lebih cepat beradaptasi dengan pariwisata modern.
    • D. Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana mempertahankan identitas budaya di tengah arus wisatawan.
    • E. Menstandarkan budaya lokal agar seragam dan mudah dipromosikan secara nasional
    • Kunci Jawaban:
    • A. Benar
    • B. Benar
    • C. Salah
    • D. Benar
    • E. Salah

Label Berita:
#budaya#masyarakat#pengajaran#masalah sosial#sistem pendidikan
ADVERTISEMENT